Langsung ke konten utama

Tradisi Sembahyang Leluhur Menurut Agama Buddha

Dalam masyarakat memang terdapat berbagai tata cara ritual untuk menghormat leluhur.  Seorang umat Buddha diperkenankan melaksanakan tradisi yang ada dalam masyarakat tempat ia tinggal, termasuk upacara penghormatan leluhur. Namun, dalam pandangan Buddhis, upacara untuk leluhur tersebut akan lebih bermanfaat apabila dilakukan dengan melaksanakan pelimpahan jasa yaitu berbuat baik melalui badan, ucapan serta pikiran atas nama para leluhur. 

Adapun susunan paritta yang dipergunakan dalam upacara pelimpahan jasa dapat dilihat pada buku 'Paritta Suci' yang menjadi buku tuntunan puja bakti di vihara-vihara binaan Sangha Theravada Indonesia. Namun, kalau tidak mengetahui susunan paritta yang perlu dibaca, pelimpahan jasa boleh dilakukan dengan mengulang dalam batin selama beberapa saat kalimat : SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA. Dengan kalimat ini, para leluhur yang pernah berhubungan kamma, dimanapun mereka hidup saat ini, semoga mereka bahagia sesuai dengan kondisi kamma baik yang mereka miliki. Semoga demikianlah adanya.

 Pelimpahan jasa yang memberikan manfaat besar kepada leluhur dapat dilakukan dengan badan, ucapan maupun pikiran yaitu dengan melaksanakan kerelaan, kemoralan serta konsentrasi. Setelah melakukan berbagai kebajikan tersebut, ucapkan dalam batin kalimat : SEMOGA DENGAN KEBAJIKAN YANG TELAH SAYA LAKUKAN SAMPAI SAAT INI, PARA LELUHUR YANG PERNAH BERHUBUNGAN KAMMA DENGAN SAYA AKAN MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN. SEMOGA DEMIKIANLAH ADANYA. SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA.



Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf

Artikel Populer