Langsung ke konten utama

Teror Pesan Berantai Menurut Agama Buddha

Pada waktu yang lampau, ketika komunikasi masih menggunakan surat, pesan berantai ini sudah ada. Ketika saat ini sarana komunikasi berubah dengan menggunakan email maupun sms, pesan berantai inipun tidak ingin ketinggalan untuk ikut berperan aktif. Pesan berantai biasa berisi janji-janji akan memberikan kebahagiaan kalau seseorang bersedia meneruskan pesan tersebut ke banyak fihak yang dikenalnya. Pesan ini juga dilengkapi dengan upaya menakut-nakuti akan terjadinya musibah apabila pesan tersebut tidak diteruskan kepada fihak lain. Sesungguhnya sms atau email semacam ini dapat disebut sebagai 'teror' yang tidak layak untuk diteruskan kepada fihak manapun juga.  Oleh karena itu, umat Buddha hendaknya tidak membantu menyebarkan 'teror' ini. Umat Buddha hendaknya menyadari bahwa kebahagiaan maupun penderitaan yang dialami seseorang sangatlah tergantung pada banyaknya kebajikan yang telah ia lakukan dengan badan, ucapan maupun pikiran, bukan karena banyaknya sms ataupun email 'teror' yang telah ia kirimkan. Jadi, dengan perkataan lain, umat Buddha yakin bahwa semakin banyak seseorang berbuat baik, semakin banyak pula kebahagiaan yang ia rasakan tanpa dipengaruhi oleh sms atau email 'teror' yang TIDAK ia kirimkan kepada siapapun juga.


Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf

Artikel Populer