Langsung ke konten utama

Kegagalan Dalam Hidup Menurut Agama Buddha

Dalam pemikiran Buddhis, kegagalan atau hasil yang tidak sesuai dengan harapan tidak selalu kamma yang menjadi penyebab. Apalagi menyalahkan kamma dari kehidupan lampau. Dalam banyak permasalahan, sebenarnya cara-cara seseorang bersikap atau bekerja itulah yang menyebabkan terjadinya kegagalan. Oleh karena itu, seseorang boleh saja merasa telah belajar dengan baik. Ia juga merasa mampu menjawab dengan benar semua soal ujian yang diberikan. Namun, masalah yang paling penting untuk dipikirkan di sini adalah apakah jawaban yang diberikan tersebut sudah benar dan sesuai dengan harapan dosen yang bersangkutan ? Kalau memang benar dan sesuai, tentulah ia akan termasuk siswa yang lulus. Sedangkan, kalau jawaban atas soal ujian hanya dianggap benar oleh diri sendiri namun oleh dosen dinyatakan tidak benar, maka tentu hasilnya tidak lulus. Jadi, dengan perkataan lain, kebenaran suatu jawaban atas soal ujian bukanlah ditentukan oleh diri sendiri saja melainkan juga oleh harapan yang dimiliki dosen yang bersangkutan.

Sedangkan, agar lebih mampu menerima kenyataan yang berbeda dengan harapan, seseorang hendaknya mengembangkan pemikiran bahwa segala suka dan duka yang dialami haruslah dijadikan pelajaran. Apabila ia mengalami kebahagiaan, ia hendaknya mencari penyebab kebahagiaan dan mengkondisikan agar dapat terulang di masa depan. Dengan demikian, kebahagiaan akan selalu dapat dirasakan secara berulang-ulang. Sebaliknya, apabila ia mengalami kegagalan, ia hendaknya teliti mencari penyebab kegagalan dan mengusahakan di masa depan untuk menghindari penyebab kegagalan yang sudah pernah terjadi. Dengan demikian, kegagalan demi kegagalan akan dapat dihindari. Dengan sikap mental seperti ini, seorang umat Buddha tidak mudah berputus asa ketika sedang mengalami kesulitan maupun kegagalan. Ia justru akan semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas diri. Sikap mental seperti inilah yang akan menjadikan umat Buddha mampu mendapatkan banyak kemajuan dan terhindar dari berbagai kesulitan maupun kegagalan.


Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf

Artikel Populer