Langsung ke konten utama

Cara membuat altar tempat penghormatan Sang Buddha

Niat untuk membuat altar tempat penghormatan Sang Buddha di rumah adalah niat baik. Untuk itu, biasanya diperlukan satu Buddharupang atau arca Sang Buddha. Buddharupang ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya membeli di toko yang menyediakannya ataupun memesan dari pengerajin arca batu yang banyak terdapat di berbagai kota, atau dari sumber-sumber lain. Setelah mendapatkan Buddharupang, letakkanlah Buddharupang tersebut di tempat yang agak tinggi. Tentu akan lebih baik apabila mempergunakan meja yang dibuat khusus untuk altar. Penempatan Buddharupang boleh dilakukan sendiri. Pada umumnya, di sisi dinding tempat Buddharupang berada, diusahakan tidak ada benda lain yang lebih tinggi dari Buddharupang, termasuk jam dinding, lukisan, foto dsb. Tujuan peletakan Buddharupang di tempat yang tertinggi dalam satu sisi dinding ini adalah untuk menunjukkan sikap penghormatan dan penghargaan atas jasa serta perjuangan Sang Buddha dalam membabarkan Ajaran yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pada akhirnya. Setelah Buddharupang ditempatkan dengan baik, maka apabila memungkinkan, di atas altar atau meja tersebut boleh diletakkan sepasang tempat lilin dan sebuah tempat dupa. Namun, apabila kondisi rumah tidak memungkinkan untuk meletakkan perlengkapan altar tersebut, maka boleh saja di atas meja altar tidak disediakan tempat lilin maupun dupa. Setelah meja altar siap, maka apabila memungkinkan, di depan altar perlu disediakan alas untuk duduk bersila di lantai selama membaca paritta dan bermeditasi.

Dengan demikian, umat dapat duduk nyaman sewaktu membaca dan merenungkan Ajaran Sang Buddha sehingga ia dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat permulaan menggunakan altar, kadang umat mengundang rekan-rekan seDhamma untuk datang dan membaca paritta bersama. Namun, hal ini tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi rumah dan lingkungan tempat seseorang tinggal. Kalau tidak memungkinkan, maka pembacaan paritta oleh rekan-rekan se-Dhamma ini tidak perlu dilakukan. Ia boleh membaca paritta sendiri sesuai dengan tuntunan dari buku Paritta Suci yang menjadi buku pedoman puja bakti di vihara binaan Sangha Theravada Indonesia.


Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf

Artikel Populer