Seorang umat Buddha memang tidak dilarang untuk pergi ke tukang ramal. Namun, ia hendaknya selalu ingat pengertian Hukum Kamma bahwa segala kebajikan yang dilakukan akan membuahkan kebahagiaan. Oleh karena itu, mereka yang ingin mendapatkan kebahagiaan hendaknya memperbanyak kebajikan dalam setiap saat hidupnya. Ia hendaknya juga mengerti bahwa para peramal hanya mengetahui hal yang akan terjadi, namun ia tidak mengetahui perbuatan yang akan dilakukan oleh seseorang. Dengan demikian, walaupun seseorang diramal buruk kehidupannya, apabila ia sering melakukan kebajikan dengan badan, ucapan serta pikirannya, maka ramalan tersebut ada kemungkinan meleset. Ia mungkin saja mempunyai jalan hidup yang lebih baik. Sebaliknya, orang yang diramal baik kehidupannya, apabila sering menambah kebajikan akan bertambah pula kebahagiaan yang ia alami melebihi kata-kata yang disampaikan
oleh peramal. Jadi, ketepatan ramalan sesungguhnya hanya sekitar 50% saja. Ketepatan itu diperoleh dengan pengandaian tidak ada perubahan perbuatan yang sangat mencolok dalam waktu relatif cukup lama.
Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf
oleh peramal. Jadi, ketepatan ramalan sesungguhnya hanya sekitar 50% saja. Ketepatan itu diperoleh dengan pengandaian tidak ada perubahan perbuatan yang sangat mencolok dalam waktu relatif cukup lama.
Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf