Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Kenapa agama buddha harus botak

Penting untuk dicatat bahwa agama Buddha tidak mensyaratkan bahwa penganutnya harus botak. Botak pada umumnya adalah simbol dari praktik kehidupan keagamaan di beberapa tradisi Buddha, tetapi tidak diterapkan secara universal di seluruh dunia atau dalam semua aliran agama Buddha. Botak dalam konteks agama Buddha umumnya berkaitan dengan para biksu atau biksuni, yang adalah penganut yang telah memilih untuk hidup dalam komunitas monastik dan mengabdikan diri mereka untuk mencapai pencerahan atau kebangkitan spiritual. Mereka mengikuti serangkaian presepsi atau hukum monastik, dan salah satu dari peraturan tersebut adalah mencukur kepala untuk menunjukkan kesederhanaan dan penolakan terhadap kesenangan duniawi. Tindakan ini dimaksudkan untuk membebaskan diri dari ikatan dunia material dan memfokuskan pikiran pada praktik meditasi dan pencapaian pencerahan. Namun, penting untuk diingat bahwa praktik dan aturan ini mungkin bervariasi tergantung pada tradisi agama Buddha yang dianut oleh pa...

Inilah ladang yang tidak subur untuk menanam karma-baik

Inilah ladang yang tidak subur untuk menanam karma-baik Persembahan atau dana yang diberikan kepada seseorang yang tidak bisa mengendalikan diri dari keserakahan kebencian dan kegelapan batin adalah persembahan yang tidak dimurnikan oleh penerima. dia adalah ladang yang tidak subur untuk menanam karma-baik. Konsekuensinya adalah bahwa benih-karma yang ditanam tidak akan menghasilkan buah-karma yang sempurna. Seorang anggota saṅgha, disamping harus mematuhi paṭimokkha, dia juga harus mempunyai gaya-penghidupan-benar. Dia hendaknya dengan bijak menempatkan dirinya semata-mata sebagai ladang bagi umat untuk menanam benih karma-baiknya. Dia tidak boleh meminta-, membujuk- atau menganjurkan-, mengisyaratkan-jenis persembahan- sesuai-yang-dia-mau, tidak menghargai benda yang dipersembahkan oleh para umat serta memberikan sesuatu kepada umat demi mendapatkan sesuatu sebagai imbalannya.   Hal ini adalah gaya-penghidupan-salah yang harus dihindari oleh para anggota saṅgha. Dengan demikian ...