Langsung ke konten utama

5 Kata Suci atau Mantra Dalam Agama Buddha

Ajaran Sang Buddha lebih menekankan perubahan perilaku, cara berbicara dan juga cara berpikir agar para umat dapat terbebas dari ketamakan, kebencian serta kegelapan batin. Oleh karena itu, dasar terpenting dalam mempelajari serta melaksanakan Buddha Dhamma bukanlah upacara pembabtisan maupun upaya menghafalkan suatu mantra tertentu. Berbagai kegiatan ritual ini tidak berhubungan langsung dengan perubahan perilaku yang diharapkan. Upacara ini lebih bersifat tradisi yang berkembang dalam suatu masyarakat maupun kepercayaan tertentu. Perubahan perilaku ini akan dapat dicapai jika seseorang tekun serta bersemangat melaksanakan kerelaan, kemoralan serta konsentrasi. Dengan melaksanakan ketiga bentuk kebajikan ini seseorang telah menambah kamma baik yang akan memberikan kebahagiaan dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang selanjutnya. Karena, alam kelahiran yang dicapai oleh seseorang setelah meninggal dunia sangatlah tergantung pada PERBUATAN yang ia lakukan semasa hidupnya, bukan karena agama yang dianut, mantra yang dihafal maupun 'bekal' keduniawian yang disertakan pada upacara penyempurnaan jenasah. Oleh karena itu, seseorang yang banyak melakukan kebajikan akan terlahir di salah satu dari sekian banyak alam bahagia atau surga, sedangkan mereka yang banyak melakukan kejahatan akan terlahir di alam menderita.

Adapun salah satu tradisi upacara ritual yang sering dijumpai dalam masyarakat Buddhis adalah 'visudhi upasaka-upasika' Upacara ini tidak sama dengan 'pembaptisan'. Umat dalam visudhi upasaka-upasika lebih cenderung menyatakan ketegasan tekad untuk selalu menjadikan Buddha, Dhamma serta Sangha sebagai pedoman hidup sehari-hari. Dengan demikian, setelah seorang pria menjadi upasaka dan wanita menjadi upasika, mereka diharapkan lebih tekun dalam mempelajari serta melaksanakan Buddha Dhamma. Oleh karena itu, sudah seharusnya jika semakin lama seseorang menjadi upasaka atau upasika, semakin baik pula perilakunya. Kebajikan yang ia lakukan inilah yang nantinya akan mengkondisikannya terlahir di alam bahagia atau surga setelah kehidupan ini. Meskipun demikian, upacara visudhi upasaka-upasika ini bukanlah keharusan untuk para umat Buddha. Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat dan pengertian bahwa dalam Ajaran Sang Buddha TIDAK ADA mantra maupun keyakinan tertentu yang dapat membawa seseorang terlahir di alam surga kecuali perbuatan baiknya sendiri. Semoga selalu bahagia.


Sumber : Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo.Pdf

Artikel Populer