Masa pacaran adalah satu satuan waktu yang diperlukan untuk saling mengenal lebih dalam sebelum seseorang memutuskan pacarnya menjadi teman hidup selamanya sebagai suami istri. Seharusnya, dalam masa pacaran selama itu masing-masing fihak sudah mampu saling mengenal dengan baik kelebihan maupun kekurangan pacar. Waktu selama itu seharusnya telah banyak kesepakatan bersama yang dibuat untuk mengatasi kekurangan serta meningkatkan kelebihan masing-masing fihak agar tercapai hidup bahagia.
Dalam pengertian Buddhis, menjadi pasangan hidup yang harmonis memerlukan lebih banyak kesamaan daripada perbedaan. Paling sedikit terdapat empat kesamaan yang sebaiknya dimiliki oleh pasangan. Keempat kesamaan itu adalah kesamaan keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kesamaan kebijaksanaan.
Salah satu permasalahan yang disebutkan dalam pertanyaan di atas adalah perbedaan perhatian kepada pasangan yang sebenarnya dapat digolongkan sebagai perbedaan kedermawanan. Untuk menyelesaikan masalah ini, sudah benar jika mengajak dia untuk berbicara secara sungguh-sungguh tentang hal yang masing-masing sukai atau tidak sukai. Ketika ia mau berubah perilaku, sebenarnya hal ini menunjukkan kemauannya untuk memperbaiki diri. Namun, kalau akhirnya ia kembali ke watak semula yaitu cuek, maka hendaknya perlu dimaklumi. Mengubah watak tidak mungkin dalam semalam. Tidak mudah. Perlu kesabaran dan cinta kasih. Beri kesempatan lagi kepadanya untuk belajar dan berubah. Memberi kesempatan kepada orang yang dicintai agar menjadi lebih baik juga wujud kedermawanan.
Selain memberi kesempatan pacar untuk berubah, ada baiknya juga berusaha meningkatkan kualitas diri dengan belajar menerima pacar sebagaimana adanya. Bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk diri sendiri.
Apabila dirasa mampu menerima serta hidup dengan kekurangan pacar untuk seumur hidup, maka status pacaran dapat ditingkatkan menjadi suami istri. Namun, apabila dirasa berat dan tidak sanggup untuk menerima serta hidup selamanya dengan kekurangan pasangan hidup, maka mungkin hubungan yang sudah berjalan perlu ditinjau kembali. Dengan demikian, masing-masing fihak tidak akan tertekan perasaan selama menjalani kehidupan untuk meraih kebahagiaan.