Dalam tuntunan pelaksanaan Ajaran Sang Buddha, sebaiknya umat Buddha menghindari usaha yang berhubungan dengan mahluk hidup. Usaha yang berkaitan dengan jual beli mahluk hidup maupun bangkai mahluk hidup cenderung mengkondisikan terjadinya pembunuhan. Seperti telah diketahui bersama, pembunuhan adalah merupakan pelanggaran sila pertama Pancasila Buddhis.
Usaha ayam petelur pada mulanya memang hanya memberi makan ayam serta mengambil telur yang dihasilkannya. Namun, ketika ayam sudah tidak lagi menghasilkan telur, peternak akan menjualnya ke pasar. Dengan demikian, ayam petelur yang sudah tidak produktif akan menjadi ayam sayur yang dipotong untuk dikonsumsi manusia. Tindakan yang mengkondisikan pembunuhan inilah yang kiranya perlu dihindari oleh umat Buddha.
Oleh karena itu, apabila usaha ayam petelur masih merupakan keinginan, kiranya dengan penjelasan di atas dapatlah dijadikan perenungan untuk meninjau ulang keinginan yang telah muncul. Sebaliknya, apabila keinginan itu sudah sedemikian kuat dan harus dilaksanakan, maka usaha ayam petelur ini hendaknya juga dibarengi dengan memperbanyak kebajikan melalui badan, ucapan serta pikiran. Dengan banyaknya kebajikan yang sering dilakukan, diharapkan kamma baik berbuah dalam bentuk kebahagiaan.
https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/tanya-jawab-dengan-bhikkhu-uttamo-04-2/
